IBX5980432E7F390 Negeri atau Negara? - Tri Khidayanti

Negeri atau Negara?

Ada lagi yang membingungkan nih...

NEGERI atau NEGARA? 

apa bedanya atau apa samanya?
Samakah Arti Negeri dan Negara?

Samakah Arti Negeri dan Negara?

Kata negeri tidak sama artinya dengan negara. Negeri berarti ‘kota, tanah tempat tinggal, wilayah atau sekumpulan kampung (distrik) di bawah kekuasaan seorang penghulu (seperti di Minangkabau).

Kata negeri bertalian dengan ilmu bumi. Negara berarti ‘persekutuan bangsa dalam suatu daerah yang tentu batas-batasnya dan diurus oleh badan peme*rintah yang teratur’. Kata negara berpadanan dengan kata state (Inggris) atau staat (Belanda). 
Kata negara digunakan jika bertalian dengan sudut pandang politik, pemerintahan, atau ketataprajaan.Berdasarkan pengertian kedua kata itu, kita telah mengubah bentuk pegadaian negeri, kas negeri, ujian negeri menjadi pegadaian negara, kas negara, ujian negara. 
Sejajar dengan perubahan itu, jika kita bertaat asas pada pengertian negeri dan negara, sebaiknya bentuk pegawai negeri, sekolah negeri, perguruan tinggi negeri, pengadilan negeri diubah pula menjadi pegawai negara, sekolah negara, perguruan tinggi negara, pengadilan negara jika memang badan-badan itu diurus oleh badan pemerintah secara teratur.

Source: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/l...20dan%20Negara

Ini ane copas dari blognya pakde Edi, isinya:

Pada mulanya adalah pertanyaan kritis siswa asing, yang sedang belajar Indonesia pada saya. “Apa beda negara dan negeri? Saya mencoba mencari konsistensi penggunaan makna kata tersebut dalam bahasa Indonesia, dan saya kebingungan”

Siswa itu pantas bingung, boleh jadi sama bingungnya dengan saya. Betapa tidak, ada ‘pegawai negeri’, ‘luar negeri’, ‘negeri yang indah permai’, ‘sekolah negeri’, ‘ayam negeri’ dan sebagainya. Kemudian, ada ‘pejabat negara’, ‘kepala negara’, ‘perusahaan negara’, ‘milik negara’, ‘jalan negara’, ‘negara adikuasa’, dan lain-lain.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memaknakan ‘negara’ (kata benda dan kata sifat) sebagai organisasi dari suatu wilayah yang merupakan kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat; dan ‘negeri’ (kata benda dan kata sifat) sebagai tanah tempat tinggal suatu bangsa, kampung halaman, tempat tinggal.

Kamus Lengkap Indonesia-Inggris terbitan Mizan menerjemahkan ‘negara’ sebagai state, government of a country, nation; dan ‘negeri’; sebagai land, country.

Mengacu pada definisi ‘negara’ yang dibakukan dalam KBBI, maka frasa ‘pejabat negara’, ‘lintas negara’, ‘milik negara’, ‘jalan negara’ dan semacamnya sudah sesuai dengan makna ‘negara’ sebagai entitas sosial politik yang berdaulat, dan sebagai pembeda dari ‘swasta’.

Frasa ‘Indonesia negeri yang indah’, ‘para professional negeri ini’, ‘bangsaku negeriku’, ‘negeri Belanda’ dan seterusnya juga sudah patuh pada makna ‘negeri’ seperti yang teracu pada kedua kamus tersebut di atas.

Lalu, bagaimana dengan ‘sekolah negeri’, ‘Menteri Dalam Negeri’, ‘pegawai negeri’, ‘luar negeri’, yang menurut logika makna di atas, seharusnya adalah ‘sekolah negara’, ‘Menteri Dalam Negara’, ‘pegawai negara’, ‘luar negara’? Kenapa pula bukan ‘aparatur negeri’, ‘lembaga negeri’?

Manakala mencoba memahami konsistensi makna ‘negara’ dan ‘negeri’, kita juga jadi perlu berpikir sesaat kenapa ada ‘produk dalam negeri’, ‘negeri yang makmur’, ‘negara industri maju’, ‘negara pengekspor beras’, ‘negara dunia ketiga’.

Rupanya bukan saja pemakai bahasa Indonesia yang terbingungkan. Kamus Mizan yang saya sebut di atas pun seperti terpapar pada ambiguitas makna ini. Pada bidang contoh kolokasi kata ‘negeri’ dalam kamus tersebut, tersua frasa ‘negeri jajahan’, dan ‘negeri tetangga’, yang pada umumnya kita sebut ‘negara jajahan’, ‘negara tetangga’.

Atau, barangkali kita perlu menganalisis beda makna ‘negara’ dan ‘negeri’ melalui bahasa Inggris, dalam hal mana ‘negara’ diterjemahkan sebagai state, dan ‘negeri’ diterjemahkan sebagai country. Ah, ternyata masih juga membingungkan, seperti pada contoh di bawah ini :

OPEC- Organization of Petroleum Exporting Countries (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), Developed Countries (Negara-negara Maju), Secretary of State (Menteri Luar Negeri), State School (Sekolah Negeri).

Jadi bagaimana?

Sebaiknya kita gunakan pendekatan sinonim saja; kita anggap negara dan negeri itu bermakna sama, setidaknya demikian seperti yang sudah kita kenal.

Kita gunakan kata ‘negara’ sesudah : warga, milik, perusahaan, pejabat, hutang, lembaran, jalan, urusan, fasilitas, lintas, batas, bela, tugas dan seterusnya.

Kita gunakan ‘negara’ sebelum : sahabat, persemakmuran, tetangga, berdaulat, miskin, adikuasa, maju, jajahan, dan sebagainya.

Kita gunakan ‘negeri’ sesudah : luar, dalam, sekolah, anak, pegawai, dan seterusnya.

Kita gunakan ‘negeri’ sebelum : nama sebutan bangsa (negeri Belanda, negeri Sakura, negeri Paman Sam, negeri antahberantah, negeri tirai bambu, khatulistiwa, dan lain-lain), kata-kata sifat tertentu (negeri indah, negeri porak poranda, negeri bertabur bunga, negeri tanpa keramahan, dan sebagainya), bahari, impian, dan seterusnya.

Oh ya, satu hal lagi. Kata ‘negeri’ boleh iri pada kata ‘negara’. Kata ‘negara’ bisa mendapatkan imbuhan ‘ke-an’ seperti ‘kenegaraan’, tapi kata ‘negeri’ tak pernah sekalipun terdengar menjadi ‘kenegerian’. Ada ‘negarawan’, tapi tak ada ‘negeriwan’; ada ‘bernegara’, tapi tak terdapat ‘bernegeri’.

Yang penting, kita berharap agar masyarakat negeri ini adalah warga negara yang baik, yang senantiasa siap membela negara dan tak putus mencintai negeri ini sekalipun sedang menjalankan tugas negara dan harus tinggal di luar negeri.

Salam negara-negeri!  

sumber: http://bahasa.kompasiana.com/2013/11...ri-608764.html
Semoga bermanfaat!

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "Negeri atau Negara?"

Post a Comment

Mari budayakan untuk berkomentar!!